PROPOSAL
KULIAH KERJA PROFESI
PADA
DIVISI PRODUKSI PROGAM ACARA TELEVISI
DI
STASIUN TELEVISI NABAWI TV
PROPOSAL
Diajukan Guna Memenuhi sebagian
Syarat
Menempuh Kuliah Kerja Profesi (KKP)
Program Studi Televisi dan Film
Jurusan Seni Media Rekam
Oleh:
Ahmad
Nur Chafid Fitriyan
NIM. 15148103
FAKULTAS
SENI RUPA DAN DESAIN
INSTITUT
SENI INDONESIA SURAKARTA
2018
KULIAH
KERJA PROFESI PADA DIVISI PRODUKSI PROGRAM ACARA TELEVISI DI STASIUN TELEVISI
NABAWI TV
Telah disetujui sebagai Proposal
Kuliah Kerja Profesi pada: Surakarta, 20 September 2018
Menyetejui,
Dosen
Pembimbing Yang Mengajukan
Titus
Soepono Adji, S.Sn., MA Ahmad
Nur Chafid Fitriyan
NIP. 1976609152008121001 NIM. 15148103
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Perkembangan
zaman saat ini begitu pesat. Era modernitas menuntut berfikir kreatif. Terutama
pada bidang ilmu pengetahuan dan tegnologi, pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan tegnologi harus dibarengi dengan daya fikir yang maju. Terlebih
pada bidang televisi dan film, perkembangan tegnologi saat ini berupaya membuat
maju tegnologi konvensional. Jika dulu kita menonton tayangan harus dengan
televisi tabung, film dengan layar lebar bioskop. Namun tegnologi modern saat
ini menjawab dengan hanya genggaman tangan. Maka sebagai mahasiswa yang belajar
pada perguruan tinggi dituntut kompeten bidang televisi dan film. Tidak hanya
dengan materi tatap muka di kelas, namun juga dengan praktik lapangan.
Mahasiswa menerapkan teori dan penggunaannya di lapangan. Kuliah kerja profesi
merupakan bentuk pemenuhan kompetensi mahasiswa yang didapat selama
perkuliahan, KKP diperlukan untuk
membentuk mental bekerja dalam industri televisi dan film. Selain itu mengasah
kreatifitas dalam bekerja. KKP merupakan tolak ukur bagaimana bekerja yang
sebenarnya setelah terjun dalam industri televisi dan film.
Channel
Nabawi merupakan stasiun televisi cabang dari Irtsun Nabawi yang berpusat di
Jordania. Stasiun televisi yang berbasis agama telah membawa kesuksesan secara
komersil, sehingga membuka cabang di Indonesia dengan mendirikan Nabawi TV. Salah satu
tujuan mahasiswa dalam melaksanakan Kuliah Kerja adalah Nabawi TV. Beberapa
progam Nabawi TV memiliki pengambilan gambar yang baik diantara deretan Televisi
Nasional, dari segi teknis tersebut yang sudah sangat baik penulis merasa
tertantang untuk mengaplikasikan apa yang penulis dapatkan di studi televisi
dan film di Nabawi TV.
Untuk
merealisasikan hal tersebut, maka kami sebagai mahasiswa Prodi Televisi &
Film, Jurusan Seni Media Rekam ISI Surakarta bermaksud untuk melaksanakan
Kuliah Kerja Profesi (KKP) atau magang. Kuliah Kerja Profesi ini diharapkan
mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa dalambidang pertelevisian,
serta untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dalam menghadapi dunia kerja di
masa yang akan datang.
2.
Tujuan
Pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi pada divisi produksi progam
acara televisi di stasiun televisi Nabawi TV
bertujuan
untuk:
a. Merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai visi,
misi, dan tujuan Institut Seni Indonesia Surakarta.
b. Menerapkan
hasil belajar teori dengan terjun langsung pada divisi produksi program acara
televisi di Nabawi TV
c. Mengasah
hard skill dan soft skill dalam divisi produksi program acara televisi di stasiun
televisi Nabawi TV
d. Menumbuhkan
sikap profesional dalam mengemban tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja.
e. Mendisiplinkan diri untuk membangun etos kerja di
lingkungan orang orang
profesional.
3. Manfaat
Kuliah Kerja Profesi yang wajib dilaksanakan sebagai sebagai
penyempurnaan kompetensi perkuliahan jurusan S-1 Seni Media Rekam program studi
Televisi dan Film sangat bermanfaat bagi mahasiswa, lembaga pendidikan maupun masyarakat,
diantaranya adalah :
a.
Bagi Mahasiswa
1)
Sebagai peralihan suasana yang telah didapat oleh mahasiswa
di kampus ke dunia kerja profesional.
2)
Memantabkan kreatifitas mahasiswa pada bidang yang telah di
tekuni dengan mempraktekkannya di dunia kerja.
3)
Dapat menjalin relasi secara profesional dengan Nabawi TV.
b.
Bagi ISI
Surakarta
1)
Merupakan salahsatu cara evaluasi pencapaian kompetensi
lulusan dan materi ajar dari jurusan S-1 Seni Media Rekam program studi
Televisi dan Film.
2)
Dapat menjalin kerjasama mutualistis dengan pihak Nabawi TV
dengan ISI Surakarta.
3)
Dapat memperoleh informasi dari Nabawi TV tentang kompetensi
dan kualifikasi SDM yang dibutuhkan.
c.
Bagi
Nabawi TV
1)
Sebagai sarana pemantauan generasi berprestasi yang siap
kerja.
2)
Memperoleh calon tenaga terdidik yang diperlukan di
bidangnya.
4.
Rencana Kerja
Profesi
1.
Rasionalisasi
Tempat KKP
Perkembangan dunia audio visual yang didorong dengan serba
instannya alat dan kemajuan teknologi saat ini, membuat semua orang dapat
melakukan ataupun membuat sebuah karya audio visual. Tetapi bila kita
benar-benar memandang dari konsep hingga teknik itulah yang menjadi pembeda
dari yang profesional dengan yang menggunakan serba instant. Perkembangan
televisi di Indonesia bisa kita tinjau dan nikmati dari beberapa kondisi, bisa
dari segi pengambilan gambarnya, elemen artistiknya, hingga pematangan konsep
yang diproduksi. Banyak dari sederet televisi nasional memiliki berbagai
konten, dari News, Agama (Religi), Anak-anak, Hingga Hiburan. Nabawi TV adalah
salahsatu televisi yang konsisten memegang visi-misi yang menjadi televisi
peneduh dengan konten religinya dengan dikemas modern yang mengedepankan teknik
pengambilan gambar yang bagus, elemen artistik yang indah menjadikannya
televisi pilihan untuk para penonton setianya.
Berawal dari keberhasilan TV muslim Irtsun Nabawi yang
sangat fenomenal di Timur tengah dan memberikan dampak positif secara regional.
Maka dibuatlah Nabawi TV di Indonesia untuk menyebarluaskan kedamaian di Asia
Tenggara, dengan menjadi penyedia konten muslim terbaik yang berkarakter
moderat. Beragam program yang mengisi layar penontonya seperti liputan majelis
dari ulama yang terpercaya, kajian, Liputan perjalanan dakwah, Dokumenter,
Wawancara dan Dialog (Talkshow), Pesan Ilmu-akhlaq-dakwah. Kesemuanya itu
dipersembahkan oleh Nabawi TV kepada Audiensnya di wilayah regional Asia
Tenggara.
2.
Rencana
Kegiatan
a.
Institusi
/ Unit yang dituju
Nama
Institusi :
Nabawi TV
Unit/Divisi : Divisi
Produksi
Bidang : Asisten
Produser
Alamat : Gedung
Rabithah Alawiyah Lt.6 Jl. TB
Simatupang
No. 7A, Jakarta 12530
Telepon : (021)
788 433 71
b.
Waktu
Lama KP : 180 jam
Waktu : 5
Desember 2019 – 15 Januari 2018
BAB II
MATERI DAN
METODE KULIAH KERJA PROFESI
BAB III
A.
Tinjauan
Umum Perusahaan
1.
Informasi
Umum Nabawi TV
Gambar. 1
Nabawi TV adalah stasiun televisi
nirkabel berbasis Islam moderat yang didirikan pada 15 November 2014 di
Jakarta. Nabawi TV merupakan salahsatu wakil cabang Istsun Nabawi, Istsun Nabawi adalah stasiun televisi Jordania yang
menjadi patron media dengan konten Islami.
Istsun Nabawi menjadi televisi yang maju di negara Jordania. Istsun Nabawi menjadikan media televisi
sebagai media dakwah dengan tujuan mengembang metode dakwah di era modern ini.
Nabawi TV didirikan dengan konsep yang sama dengan Istsun Nabawi sebagai media
dakwah. Tentu saja dengan penyesuaian program dengan kultur budaya di Indonesia
yang beragam. Mengembangkan Islam di Indonesia melalui media televisi.
Nabawi TV mempunyai subjek tayangan
untuk semua masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang beragama Islam.
Segmentasi program kebanyakan untuk semua umur dengan alasan dakwah Islam
memang diperuntukan semua umat di berberbagai segmentasi umur masyarakat
Indonesia. Saat ini Nabawi TV dapat disaksikan melalui satelit Nin media
channel 25 dan aplikasi Nabawi TV (Play store & App store).
2.
Sejarah
Perusahaan
Nabawi TV berawal dari stasiun televisi Istsun Nabawi yang menyebarkan media dakwah di Jordania. “Istsun Nabawi merupakan stasiun televisi
di Jordania yang menjadi patron media dengan konten islami. Stasiun televisi
ini pada awalnya dicetuskan oleh Muhammad bin Abdurrahman Assegaf, seorang
pendakwah yang mendunia. Dia melirik dunia media khususnya televisi dalam
menyebarkan dakwah menggunakan media televisi dengan berbagai macam alasan dan
tujuan. Sejak saat itu, Muhammad Assegaf mulai mewujudkan terobosan tentang
metode dakwah baru menggunakan media televisi, dimulai dari Jeddah, lalu
Jordania, kemudian disusul oleh Mesir dan Yaman, Istsun Nabawi mengudara di Jazirah Arab.[1] Kemudian Nabawi TV
didirikan pada 15 November 2014, Nabawi TV menjadi wakil cabang dari Istsun Nabawi di Asia tenggara. Agama
Islam yang menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia menjadi salahsatu tolak
ukur Istsun Nabawi membuka cabang di
Indonesia. Tayangan yang ada di Istsun
Nabawi dimodifikasi dengan budaya yang ada di Indonesia.
”Kondisi tayangan di Istsun Nabawi menyesuaikan kondisi
mayoritas masyarakat, sebagai contoh di Saudi. Tetapi di Nabawi TV yang
menyebarkan tayangannya di Indonesia, dengan kondisi masyarakatnya yang
heterogen, kultur budaya yang masih sangat kental. Membuat tayangan yang
disampaikan oleh Istsun Nabawi dengan
Nabawi TV berbeda, untuk menyesuaikan dnegan masyarakat di wilayah tersebut.
Tetapi dari perbedaan tersebut antara Istsun
Nabawi dan Nabawi TV, keduanya memiliki nilai dan sikap yang sama yaitu
menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan
lil a’lamin dan juga sikap bersikap moderat. Inilah yang membuat Nabawi TV
ada di Indonesia, dengan banyaknya televisi muslim dan swasta yang menayangkan
program muslim tetapi yang menanyankan tayangan Islami sesuai dengan kondisi
masyarakat yang menganut pemikiran tertentu disitu Nabawi TV dihadirkan.[2] Nabawi TV hadir menjawab
Islam dapat mengikuti perubahan zaman pada era globlalisasi ini. Nabawi TV
sebagai media dakwah Islami disambut baik oleh masyarakat. Terlihat dari begitu
pesatnya perkembangan Nabawi TV hingga sekarang.
“.... Maka dakwah melalui media massa merupakan satu
keharusan meski hanya bagaikan setetes embun di tengah dinamika atau lebih
tepatnya kegerahan masyarakat bumi. Hari-hari ini media internet dengan
twitter, facebook, youtube dan jejaring social lainnya bahkan telah menjadi
pilihan media untuk sosialisasi gagasan, baik untuk kepentingan politik maupun
bisnis.” [3] Media televisi tidak hanya
diperuntukkan sebagai informasi, hiburan, maupun bisnis, namun sebagai media
dakwah untuk mengembangkan Islam yang mendunia.
B.
Pelaksanaan
Kerja Profesi
[1]
Abyan Naufal, Strategi Program Nabawi TV
sebagai Media Dakwah, (Surakarta: Institus Seni Indonesia Surakarta), 2017,
27.
[2]
Ibid
[3]
H. Achmad Mubarok, Psikologi Dakwah:
Membangun Cara Berpikir dan Merasa.
(Malang, 2014, 158)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar