Minggu, 28 Juli 2019

ISI Surakarta - Laporan Kuliah Kerja Nyata 2018


KULIAH KERJA NYATA
INTITUT SENI INDONESIA TAHUN 2018
KABUPATEN TEMANGGUNG


Laporan Individu





Oleh:
Ahmad Nur Chafid Fitriyan 15148103
Televisi dan Film
Lokasi
Kecamatan : Bulu
Desa / Kalurahan : Tegalrejo



KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA
2018



Wahhh radikal ni gann😞


Indonesia Negara Pancasila

Akhir-akhir ini banyak yang membicarakan "Islam is Terorist". Isu bahwa Islam adalah dalang teror pengeboman yang terjadi di Indonesia. Akhir-akhir ini, sebut saja kejadian teror di Gereja di Jawa tengah. Meskipun tidak terdapat korban jiwa namun isu yang mencuat adalah semakin kuat intimidasi terhadap Islam.

Hingga beberapa minggu yang lalu, kritik pedas mencuat atas demo dari beberapa masyarakat bahwa Islam semakin anarkis dan menuding Islam yang harus bertanggung jawab atas teror di negara ini.



Tidak menampik atas tuduhan jika beberapa oknum mengatasnamakan orang Islam terkait teror yang sering terjadi. Namun harus disadari bahwa pelaku teror adalah orang-orang yang memahami ajaran Islam yang baik.  Alloh tidak sekalipun menyuruh umatnya membuat kerusakan di muka bumi ini apalagi membuat luka orang lain. Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian meskipun dengan orang berbeda keyakinan. 

----------------------------------------------

Terkait hal lain. Isu yang mencuat akhir ini menurut penulis adalah isu pengalih pergatian terhadap riuhnya politik Indonesia. Indonesia tahun ini akan kedatangan hajat besar. Hajat demokrasi yaitu pemilu. Dari presiden hingga tingkat bawah akan berganti kepemimpinan. Ini mengakibatkan panasnya politik di panggung biokrasi orang atas Indonesia. 

Untuk meredam fokusnya publik akan bagaimana 'orang atas' memainkan panggung politik tahun ini, maka disajikan isu-isu yang menarik perhatian publik. Mulai dari aturan hak anti-kritik DPR, korupsi, hingga isu agama. Inilah Indonesia yang dimainkan oleh orang-orang yang berpendidikan rendah mental.



ISI Surakarta - Proposal Kerja Profesi Nabawi TV 2018


PROPOSAL KULIAH KERJA PROFESI
PADA DIVISI PRODUKSI PROGAM ACARA TELEVISI
DI STASIUN TELEVISI NABAWI TV

PROPOSAL
Diajukan Guna Memenuhi sebagian Syarat
Menempuh Kuliah Kerja Profesi (KKP)
Program Studi Televisi dan Film
Jurusan Seni Media Rekam


 
  

Oleh:
Ahmad Nur Chafid Fitriyan
NIM. 15148103



FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA
2018








 LEMBAR PENGESAHAN
KULIAH KERJA PROFESI PADA DIVISI PRODUKSI PROGRAM ACARA TELEVISI DI STASIUN TELEVISI NABAWI TV

         Telah disetujui sebagai Proposal Kuliah Kerja Profesi pada: Surakarta, 20 September 2018





                                                                         Menyetejui,               
                            Dosen Pembimbing                                                   Yang Mengajukan


                Titus Soepono Adji, S.Sn., MA                            Ahmad Nur Chafid Fitriyan  
                    NIP. 1976609152008121001                                          NIM. 15148103




Senin, 13 Maret 2017

Lungset Banyuwangian

Lungset

Sebuah kepiluan saat orang yang kita cintai harus meninggalkan kita. Seorang wanita harus merelakan laki-lakinya lepas darinya dan meninggalkan tanpa ada penjelasan.

Cast : Mahanufi Faizah
At Karanganyar City

Minggu, 12 Maret 2017

Dawn Junaedi. 2013. Broadcast Journalism and Television Reporting. Jakarta: Kencana. P. 1-4


Television Broadcast Journalism and Reporting. News has become an inseparable part. Starting from the mass media such as radio, television and the Internet always presents news every time. The events captured by the reporters and deployed quickly. As a dog bites a human, not a dog bites a human. Interesting news is an event that has never been heard.

Jumat, 10 Maret 2017

NEWSWORTHINESS

Fajar Junaidi. 2013. Jurnalisme Penyiaran Televisi dan Reportase Televisi. Jakarta: KENCANA. Hal. 6-10.

NEWSWORTHINESS (Kriteria Layak Berita)
Beredarnya berita Hoax beberapa waktu ini, membuat resah masyarakat Indonesia. Kejadian yang seharusnya disampaikan apa adanya malah diberitakan berkebalalikan dan mungkin dapat menimbulkan suatu konflik.Berita yang layak disebut berita adalah:
 Timelliness dan immediacy (waktu kejadian)
 Proximity (kedekatan kejadian dengan penonton)
 Conflict
 Eminence dan prominence (orang terkenal)
 Cosequence dan impact (konsekuensi dan akibat)
 Human interest (menarik perhatian khalayak)
Stasiun televisi mempunyai tanggung jawab menyajikan berita yang bermutu dan dapat dipercaya karena itu adalah asas-asas berita. Kepercayan penonton akan dibawa kemana mengikuti berita yang disiarkan stasiun televisi.

Kamis, 19 Mei 2016

Ketika ahok mulai bergerak mengerahkan segalanya untuk merubah wajah jakarta dan itu pula yang memicu pergulatan hati rakyat akan kepercayaan kepada aho sebagai gubenur dki jakarta. 

Ahok berdalih semua ia lakukan hanya untuk memperbaiki tatanan jakarta. Mulai dari pembangunan, tata pemerintah, kelola keuangan, hingga meliputi tatanan dprd jakarta. Dengan kata lain ahok begitu menguasai jakarta. Bahkan mulai tribun news, suara.com, kompas dll hampir setiap hari wajah beritanya selalu ada nama ahok. Begitu fenomenalnya hingga ia mampu mengusik kinerja para menteri pada kabinet jokowi. 

Ahok sering terjadi masalah saat melakukan tugasnya. terakhir yaitu penggusuran kampung duri di pinggiran sungai ciliwung darinproyek kebijakan normalisasi kali ciwung. yang ditentang oleh warga kampung Duri dna mendapat dukungan dari Jaya Suprana, Ketua Museum Rekor Dunia Indonesia.

Tergambar bahwa niat Ahok adalah baik untuk menanggulangi banjir tergambar bahwa niat Ahok adalah baik untuk menanggulangi banjir di Jakarta namun itu terkesan merenggut martabat warga kampung Duri. lalu sampai kapan warga akan " tetap menghalangi" Jakarta untuk berubah menjadi lebih baik?
terhitung banyak proyek yang dicanangkan akan merubah wajah Jakarta, seperti normalisasi sungai Ciliwung, minimalisasi banjir, normalisasi area kalijodo sebagai tindakan pemberantasan pelanggaran HAM, pembuatan dan pelebaran prasarana umum sebagai solusi kemacetan di Jakarta.


Bagaimana Indonesia mau berubah jika masyarakatnya masih tak mau berubah?